October 6, 2016

Kehidupan Kost: Antara Meja Lesehan dan Meja Kursi

Dua bulan lalu baru saja memasuki fase hidup baru sebagai mahasiswa (doakan semoga studinya lancar) dan memutuskan untuk ngekost. Ada banyak hal baru mulai dari lingkungan, budaya, teman-teman, makanan (pacar not include hiks) yang didapatkan dari dua bulan ini yang menciptakan sebuah asumsi kalau hidup rantau dan mesti ngekost itu punya seninya tersendiri. 

Tersendiri?? Ya.. tersendiri.. apa-apa sendiri. wkwk

Walaupun bukan kali pertama hidup ngekost, tapi hal-hal baru tetap saja berdatangan, bahkan dari hal yang sepertinya sangat sederhana. Kali ini adalah tentang memilih meja kost. Saya berasumsi anda-anda yang sampai pada artikel ini sebagian besar adalah orang yang baru akan ngekost atau orang yang baru ngekost, dimana kost anda tidak memfasilitasi perabot dalam kostnya, dan saat ini sedang bingung antara memilih meja lesehan atau meja kursi.

Memilih meja yang ada di kost sepertinya terlihat sangat sepeleh, beberapa orang juga mungkin mengatakan itu tidak perlu diperdebatkan. Mungkin benar, mungkin juga tidak. Tergantung fungsi meja tersebut dalam kost, sehingga tidak ada salahnya melihat dari beberapa aspek. Aspek yang ingin diangkat disini adalah pilihan anda tentang meja akan sangat berpengaruh pada tingkat produktifitas saat dikost-an. 

Aspek ini akan diulas berdasarkan pengalaman penulis dari sudut pandang pengguna meja lesehan selama 2 bulan terakhir sebagai meja untuk bekerja, baik online lewat laptop, mengerjakan tugas (dibaca: menulis contekan), dan belajar. Tentu saja tiap orang punya sudut pandangnya masing-masing.

Meja Lesehan
Sangat sederhana, kesederhanaan meja lesehan membuatnya tidak menghabiskan banyak tempat, praktis dan bisa dipindahkan dengan sangat mudah. Dibalik kesederhanaannya, terdapat beberapa kekurangan yang dapat mempengaruhi produktifitas kerja.

Meja Lesehan (Source: mejamakan36.blogspot.co.id)

Sebagai contoh, orang yang dapat menghabiskan waktu hingga berjam-jam dengan komputer diatas meja lesehan tanpa bersandar akan merasakan pegal di punggung saat setelah selesai. Salah satu kekurangan yang lain adalah posisinya yang langsung beralaskan lantai kadang-kadang membuat penggunanya malah banyak beristirahat (kadang khilaf sampai ketiduran), kekurangan yang lain adalah pengguna tentu tetap butuh alas duduk untuk menggunakan meja dalam waktu yang lama.

Solusinya adalah menggunakan meja lesehan yang dilengkapi dengan kursi lesehan. Tapi apakah efektif? Tergantung pilihan masing-masing.

Meja Kursi Lesehan (Source: woodpeckerwoodwork.wordpress.com)

Meja Kursi
Rasa ketidak produktif-an bekerja dengan meja lesehan di kost kemudian mengantarkan pada percobaan untuk menggunakan Meja Kursi di perpustakaan kampus.
Perpustakaan?? Ya.. perpustakan.. its like place where you read books.. wkwk
Pengalaman berbeda dirasakan saat menggunakan meja kursi di perpustakaan. Waktu menjadi produktif. Dalam pengamatan penulis (yang hasil pengamatannya cetek ini), ada beberapa faktor yang menyebabkan bekerja di perpus menjadi lebih efektis, diantaranya tentu saja Meja Kursi yang didesain nyaman untuk bekerja dengan posisi duduk yang tidak membuat lelah. Selain itu perpus juga menyediakan suasana tenang dengan banyak literatur buku.

Meja Kursi Kayu
Diluar dari fasilitas-fasilitas kampus, meja kursi memang memberikan lebih memberikan kenyamanan dalam mengerjakan tugas dan lainnya di banding dengan meja lesehan berdasarkan pengalaman pribadi. Jadi jika anda senang mengerjakan tugas-tugas di kost tidak ada salahnya memilih meja kursi untuk di jadikan prioritas, walaupun harganya lebih mahal dari meja lesehan.

Sebagai kesimpulan, pemilihan meja dapat menyesuaikan dengan kebutuhan penggunanya, harga dan fungsinya. Untuk yang senang kerja tugas di kost, meja kursi bisa jadi pilihan, untuk pencari perabot sederhana dan minimalis meja lesehan adalah pilihan terbaik. Tentu saja tiap orang bisa saja berbeda, jadi pilihan tetap jatuh pada selera masing-masing.

Artikel Terkait

Kehidupan Kost: Antara Meja Lesehan dan Meja Kursi
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Tambahkan Komentar Anda