February 23, 2016

Standar Operasional Prosedur (SOP) Software Development

Standar Operasional Prosedur atau yang biasa disingkat SOP secara sederhana merupakan langkah demi langkah prosedur untuk melakukan sebuah proses pekerjaan agar proses tersebut efisien dan berhasil. SOP sangat penting khususnya bagi instansi dan perusahaan, dengan SOP segala pekerjaan akan menjadi lebih mudah dan minim kesalahan, tidak terkecuali dalam proses pengembangan aplikasi atau pembuatan sebuah website.

Pengalaman pribadi saya bekerja secara freelance dengan pekerjaan berdasarkan dengan order proyek yang datang, SOP tidaklah begitu penting, yang terpenting adalah tujuan dan fungsi aplikasi dapat berjalan sesuai dengan permintaan. Tapi, disadari atau tidak pengembangan aplikasi tanpa SOP dapat mengandung banyak duplikasi proses pengerjaan yang membuat proses pengerjaan jadi tidak efisien, memakan waktu dan terdapat banyak trial and error yang sebenarnya dapat diminimalkan. Dampaknya, produk hasil aplikasi terkadang terdapat kekurangan-kekurangan yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Seiring dengan bertambahnya pengalaman, saya bekerja dengan menerapkan SOP sangatlah penting.

SOP banyak diterapkan oleh instansi dan perusahaan, kaitannya dengan dengan software development, SOP memiliki beberapa manfaat SOP diantaranya:

  1. Developer akan tahu apa yang harus di siapkan dan dikerjakannya sebelum memulai development
  2. Memudahkan pemahaman secara sistematis dan umum tentang proses pengembangan aplikasi
  3. Menghindari error dalam proses development
  4. Pengerjaan aplikasi jadi lebih terarah
  5. Efisien dan menghemat waktu 
  6. Mencengah proses development berulang pada tahap yang sama
  7. Dapat memperkirakan waktu pengerjaan dari saat mulai hingga selesainya proyek

SOP Software Development:


Diagram diatas adalah SOP Software Develpment ataupun Pembuatan Website yang dibuat berdasarkan pengalaman saya. Tahap-tahapnya:

Tahap 1
Berdiskusi: awal yang baik dalam pembuatan sebuah aplikasi atau website adalah diskusi yang dilakukan oleh team. Team disini terbagi menjadi beberapa kelompok yaitu Program Management (Proman), Desainer Aplikasi, System Network dan Developer/Coder/Programmer. Diskusi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi team, membuat dokumen acuan pengerjaan / dokumen User Acceptance Test (UAT), gambaran desain aplikasi dan lingkungan pengembangan.

Khusus untuk Developer dan System Network harus melihat kebutuhan aplikasi dan impementasinya. Memutuskan bahasa pemrograman apa yang akan digunakan, server, network dan lainnya. Ada beberapa aplikasi yang orientasi fungsinya lebih baik dan mudah di kerjakan Phyton namun ada juga dengan Ruby begitu juga dengan PHP. Developer harus menentukan lingkungan bahasa pemrograman yang digunakan dan System Administrator membuat sarana pengembangannya entah itu dengan GIT dan lainnya.

Tahap 2
Eksekusi: Hasil dari diskusi tahap awal langsung dieksekusi oleh masing-masing penanggung jawab. Proman membuat dokumen UAT, Desainer membuat desain aplikasi, System Network menyiapkan lingkungan pengembangan dari segi server dan jaringan.

Tugas dari Developer / Programmer pada tahap ini hanya berkoordinasi dengan System Network sambil menunggu dokumen UAT dan Desain siap. Sedangkan Desainer akan lebih banyak berkomunikasi dengan Proman untuk membuat desain aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan.

Setelah desain dan lingkungan pengembangan sudah siap, barulah dioper ke Developer dan Programmer untuk dikembangakan.

Tahap 3
Development: Proses development aplikasi dapat memakan waktu yang cepat atau lama tergantung dengan besar aplikasi yang dibuat. Dalam proses ini coder akan banyak berkomunikasi dengan Proman, Desainer dan System Network jika ada kendala atau ada hal-hal yang dirasa kurang jelas.

Tahap 4
User Accetance Test: UAT merupakan proses yang dilakukan setelah development. UAT dilakukan oleh Proman terhadap aplikasi yang telah dikembangkan. Acuan tes meruapakan file UAT tentang fungsi-fungsi aplikasi yang harus dapat berjalan, di tes satu persatu, jika terdapat ketidak sesuaian aplikasi yang telah dikemabangkan dengan fungsi yang seharusnya maka tugas coder untuk memperbaiki.

Tahap 5
Launching: Jika aplikasi dinyatakan lulus test UAT maka aplikasi siap untuk digunakan oleh klien atau penggunanya. Yeeahh!!

Tahap 6
Monitoring dan Bug Fixing: Aplikasi yang telah di-launching dan digunakan tidak lepas dari monitoring. Jika dalam perjalanan penggunaannya terdapat bug ataupun kekurangan harus diperbaiki.

SOP diatas meruapakan salah satu SOP yang bisa dijadikan acuan tapi tentu saja tidak mutlak, tiap instansi, organisasi dan perusahaan punya kebutuhannya masing-masing dalam mengembangkan sebuah aplikasi.

Artikel Terkait

Standar Operasional Prosedur (SOP) Software Development
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Tambahkan Komentar Anda